Breaking

Friday, November 28, 2025

November 28, 2025

Pherini Armpit Brightening Cream: Solusi Mencerahkan Ketiak & Lipatan Kulit Secara Lembut dan Aman


Sindo Jakarta – Kulit gelap di area lipatan seperti ketiak, selangkangan, siku, lutut, dan punggung leher memang sering membuat kurang percaya diri.

Pherini Armpit Brightening Cream hadir sebagai solusi praktis yang aman dan lembut di kulit. Krim ini diformulasikan khusus untuk mencerahkan, melembapkan, dan menenangkan kulit yang rentan iritasi. Teksturnya ringan, tidak lengket, dan cepat meresap sehingga nyaman digunakan setiap hari.

Berikut kandungan utama yang menjadi highlight karena manfaatnya yang efektif dan tetap ramah untuk kulit sensitif:

1. Niacinamide
● Mencerahkan kulit gelap dan kusam
● Meratakan warna kulit
● Mengurangi hiperpigmentasi
● Memperkuat skin barrier

2. Alpha Arbutin
● Mengurangi noda hitam
● Memudarkan area yang menggelap lebih cepat
● Memberikan hasil cerah yang merata

3. Centella Asiatica (Cica)
● Menenangkan kulit sensitif
● Mengurangi kemerahan
● Mempercepat penyembuhan
● Mencegah iritasi, cocok untuk area lipatan yang sering lecet

4. Collagen & Olive Oil
● Melembapkan dan membuat kulit terasa kenyal
● Menjaga elastisitas area lipatan
● Mencegah kulit kering dan kembali menggelap

5. Dimethicone & Glycerine
● Glycerine memberikan kelembapan mendalam
● Dimethicone mengunci kelembapan dan membuat kulit lebih halus

Kesimpulan:
Pherini Armpit Brightening Cream merupakan pilihan cerdas untuk mencerahkan area lipatan tubuh dengan aman dan efektif. Kandungan pencerah seperti Niacinamide dan Alpha Arbutin dipadukan dengan bahan penenang Cica serta pelembap yang menyehatkan kulit. Aman untuk kulit sensitif dan cocok digunakan di berbagai area gelap tubuh. Dengan tambahan eksfoliasi ringan, hasil cerah bisa didapatkan lebih cepat.

Editor : Qurrota A'yun 

Monday, November 24, 2025

November 24, 2025

IDOT 2025: Upaya HGI–PORDI Angkat Domino Menjadi Cabang Strategis Nasional


Jakarta, 21 November 2025 — Indonesia Domino Tournament 2025 (IDOT 2025), yang digelar pada 15 November di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, kembali membuktikan bahwa domino bukan lagi sekadar hiburan santai di lingkungan keluarga. Sebagai sponsor utama, Higgs Games Island (HGI) memainkan peran sentral dalam kesuksesan penyelenggaraan IDOT 2025. Sebagai turnamen domino resmi terbesar di Indonesia, keikutsertaan HGI tidak hanya berupa dukungan finansial, tetapi juga memperkuat posisi domino sebagai cabang olahraga intelektual strategis yang menekankan disiplin dan sportivitas sebuah olahraga yang layak mendapatkan pengakuan lebih luas. Dengan 2.048 peserta dari lebih dari 20 provinsi dan 8 negara, turnamen ini menjadi wadah penting yang mendorong domino keluar dari tradisi rumahan menuju panggung olahraga intelektual yang terstruktur dan profesional.

Domino juga telah memperoleh pengakuan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang menyatakan bahwa permainan domino diperbolehkan (halal) selama tidak melibatkan unsur perjudian (maysir), tidak mengganggu kewajiban agama, serta bebas dari unsur haram seperti alkohol. Pengakuan ini semakin menegaskan bahwa domino merupakan aktivitas sosial yang aman, positif, dan edukatif.
Ketua Panitia 2025 Indonesia Domino Tournament dari Ansor, Abdul Rauf, menyampaikan pidato penuh semangat dalam upacara pembukaan: “Bertandinglah dengan jujur, bertandinglah dengan adil, bertandinglah dengan sepenuh hati. Kami hanyalah penyedia acara, anda memberi maka kami melayani .”
Perwakilan HGI Indonesia, Ray, menekankan bahwa komitmen HGI terhadap domino tidak hanya sebatas kompetisi, tetapi juga untuk menjaga warisan budaya yang telah diwariskan turun-temurun dalam masyarakat Indonesia.
“Domino adalah bagian dari warisan budaya Indonesia dan harus dilestarikan,” ujar Ray dalam sambutannya. “HGI telah bekerja sama dengan PORDI dalam penyelenggaraan berbagai acara, seperti Open Tournament Domino Makassar, Menpora Cup, serta Turnamen Domino Elektronik pertama di Indonesia.”
Ia menambahkan bahwa antusiasme besar di IDOT 2025 menunjukkan potensi alami domino untuk berkembang menjadi olahraga profesional yang diminati generasi muda.

IDOT 2025 — Perwujudan Nyata Visi HGI untuk Domino Modern

Kejuaraan di GBK menampilkan wajah baru domino: lebih kompetitif, lebih menegangkan, dan sangat strategis. Turnamen ini menghadirkan 512 meja pertandingan, ditata dengan standar turnamen olahraga profesional berdasarkan zona dan warna. Atlet dari berbagai negara—termasuk Jerman, Uzbekistan, Afghanistan, Suriah, Iran, Brasil, dan Republik Demokratik Kongo—bertanding secara berdampingan, menghadirkan suasana internasional yang jarang terlihat dalam lingkungan domino tradisional.
Seluruh elemen ini mencerminkan visi HGI—menjadikan domino sebagai olahraga intelektual modern yang dapat diterima baik oleh komunitas lokal maupun penonton internasional.
Sejak pagi hari, antusiasme peserta sudah terlihat jelas dengan antrian panjang yang terbentuk di sekitar area pertandingan. Para pengunjung tidak hanya datang untuk menyaksikan pertandingan; mereka juga memadati zona tenda HGI yang ramai dan segera menjadi salah satu sorotan utama acara. HGI menghadirkan berbagai aktivitas menarik, termasuk Lempar Gelang, permainan papan kasual, serta interactive photobooth yang dapat dinikmati semua usia.
Ketika para pemenang mini-games tersebut memperoleh merchandise eksklusif HGI—power bank, topi, payung, goodie bags, gantungan kunci Leon, mug, set domino, dan kipas meja—suasana menjadi semakin meriah. Sorak sorai dan gelak tawa memenuhi area booth, menciptakan pengalaman yang berkesan dan penuh energi, sekaligus memperkuat citra HGI sebagai brand yang menyenangkan, berorientasi komunitas, dan dekat dengan para pemainnya.


Kolaborasi dengan PORDI untuk Membangun Standar Kompetisi Nasional

Di balik kemeriahan turnamen, HGI terus bekerja sama dengan PORDI untuk membangun sistem kompetisi yang terstandarisasi.
PORDI mengumumkan bahwa IDOT berikutnya akan menghadirkan lima nomor resmi: ganda putra, ganda putri, ganda campuran, tunggal putra, tunggal putri, serta pertandingan beregu.
Ketua Umum PORDI, Andi Jamaro Dulung, menyatakan:
“Domino bukan lagi permainan santai; ini adalah olahraga intelektual yang melatih strategi, ketenangan, dan disiplin.”
Langkah ini sejalan dengan misi HGI untuk mengangkat domino hingga sejajar dengan cabang olahraga intelektual lainnya.

Menguatkan Dukungan Pemerintah dan Masyarakat

IDOT 2025 juga mendapat dukungan kuat dari pemerintah Indonesia.
Ketua Komite III DPD RI, Hasan Basri, mengapresiasi transformasi yang didorong oleh HGI dan PORDI.
“Jika dunia sudah mengakuinya, maka olahraga ini layak dimasukkan ke dalam kalender event nasional Kementerian Pemuda dan Olahraga,” ujarnya.
Dukungan tambahan datang dari Komisi X DPR RI, yang membawahi bidang olahraga dan pendidikan. Anggotanya, Drs. H. Andi Muawiyah Ramly, M.Si, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi HGI dalam turnamen ini.
“Terima kasih kepada Pak Ray yang telah hadir, dan terima kasih kepada HGI yang telah mensponsori turnamen ini. Di DPR, saya telah mendorong Menteri agar PORDI dilegalkan secara resmi dan domino diakui sebagai cabang olahraga nasional. Terima kasih kepada Higgs Games Island yang telah membawa permainan tradisional ini ke level kompetisi internasional.”
Pernyataannya semakin menegaskan kolaborasi kuat antara HGI, PORDI, dan mitra komunitas dalam mendorong domino menuju pengakuan resmi sebagai olahraga nasional.
Selain dukungan pemerintah, Gerakan Pemuda Ansor juga memberikan dukungan moral dan sosial yang signifikan. Sebagai organisasi pemuda yang aktif dalam pembinaan karakter dan partisipasi sosial, Ansor melihat domino sebagai aktivitas positif yang meningkatkan pemikiran strategis, disiplin, dan interaksi sosial yang sehat.
Dukungan tersebut menegaskan bahwa perkembangan domino tidak hanya didorong dunia industri dan organisasi olahraga, tetapi juga mendapat pengakuan dari komunitas keagamaan dan pemuda, bersama-sama mendorong olahraga ini ke arah yang bermanfaat bagi masyarakat.


Domino Bangkit sebagai Identitas Budaya dan Olahraga Intelektual Masa Depan

IDOT 2025 menyatukan budaya, strategi, sportivitas, dan teknologi dalam satu panggung kompetisi.
Dalam perjalanannya membawa domino dari warung kopi ke panggung nasional, HGI menunjukkan bahwa budaya lokal dapat tumbuh menjadi olahraga masa depan tanpa kehilangan akar tradisinya.
Dengan kolaborasi antara HGI, PORDI, Ansor, komunitas, serta lembaga pemerintah, domino kini bukan hanya dimainkan—tetapi sedang diangkat menjadi simbol budaya Indonesia dan olahraga intelektual yang terus berkembang.

Artikel ini telah tayang di
Sindo Jakarta.Com

Sunday, November 16, 2025

November 16, 2025

Tenaga Kesehatan Didorong Kibicare Edukasi Publik Secara Masif


Jakarta — Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi kesehatan yang akurat dan mudah dipahami, Kibicare—lembaga pelatihan tenaga kesehatan yang telah terakreditasi Kementerian Kesehatan—meluncurkan inisiatif kolaboratif yang membuka ruang lebih luas bagi tenaga kesehatan untuk terlibat dalam edukasi publik.

Inisiatif ini tidak hanya memfokuskan diri pada peningkatan kompetensi, tetapi juga menghubungkan tenaga kesehatan dengan komunitas melalui berbagai kanal edukasi. Mulai dari media sosial, program literasi kesehatan keluarga, hingga kegiatan bersama komunitas parenting di berbagai daerah.

CEO Kibicare, Triwahyuni Ilaihi, menjelaskan bahwa peran tenaga kesehatan seharusnya tidak berhenti di ruang praktik atau fasilitas layanan kesehatan saja. “Masyarakat membutuhkan sosok profesional yang mampu menerjemahkan isu kesehatan menjadi informasi yang sederhana, relevan, dan dapat langsung diterapkan sehari-hari,” ujarnya. “Di sinilah Kibicare hadir — menjembatani tenaga kesehatan dengan ruang publik agar edukasi yang benar lebih mudah diakses.”

Peran Baru Tenaga Kesehatan

Melalui platform kolaborasi ini, tenaga kesehatan dapat membuat konten edukasi kesehatan yang terstruktur dan berbasis bukti. Konten tersebut dikemas dalam bentuk video pendek, infografis, hingga artikel ringan yang mudah diakses masyarakat luas.

Selain itu, mereka juga mendapat kesempatan untuk terjun langsung ke lapangan melalui kegiatan edukasi bersama komunitas parenting yang tersebar dari kota besar hingga daerah.

Triwahyuni menambahkan bahwa pendekatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat preventive care. “Selama ini masyarakat banyak berfokus pada pengobatan. Padahal, pencegahan dimulai dari pengetahuan yang tepat. Ketika keluarga memahami dasar-dasar kesehatan, beban penyakit dapat ditekan secara signifikan,” katanya.

Dorong Kualitas Informasi Kesehatan

Kibicare memastikan seluruh tenaga kesehatan yang terlibat dalam penyampaian edukasi telah diverifikasi, sehingga informasi yang disebarkan tetap terjaga akurasinya.

Platform ini juga memberikan kurasi konten dan pedoman komunikasi publik agar pesan kesehatan mudah dicerna tanpa mengurangi validitas klinisnya.

Menurut Triwahyuni, tantangan terbesar literasi kesehatan saat ini bukan kurangnya informasi, tetapi justru banjirnya informasi yang tidak terverifikasi. “Kami ingin mengisi ruang publik dengan informasi yang dapat dipercaya, sambil memberdayakan tenaga kesehatan agar lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Mendukung Gerakan Literasi Kesehatan Nasional

Melalui inisiatif ini, Kibicare berharap lahir ekosistem edukasi kesehatan yang lebih kolaboratif, di mana tenaga kesehatan, komunitas, dan keluarga dapat saling terhubung.

“Kami ingin memastikan setiap keluarga di Indonesia memiliki akses pada edukasi kesehatan yang benar, di mana pun mereka tinggal,” kata Triwahyuni. “Jika literasi meningkat, maka kualitas kesehatan bangsa akan meningkat pula.”

Artikel ini telah tayang di 
Sindo Jakarta.Com

Thursday, November 13, 2025

November 13, 2025

Sinergi Bakrie Amanah–UIN Raden Intan Lampung: Langkah Nyata Menuju Ekosistem Zakat dan Wakaf yang Berkelanjutan


Lampung, 12 November 2025 - Bakrie Amanah bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung menggelar program “Bakrie Amanah Goes To Campus” di Gedung Academic and Research Center UIN RIL.

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk sharing session dan talkshow interaktif menghadirkan dua narasumber utama: Setiadi Ihsan, S.Si., M.Si. (Direktur Utama Bakrie Amanah) dengan tema “Amil sebagai Profesi”, serta Dr. Fathul Mu’in, M.H.I. (Dosen Fakultas Syariah UIN RIL) dengan tema “Membangun Ekosistem Wakaf Produktif Berkelanjutan”.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bakrie Amanah dan UIN RIL, yang mencakup kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, magang, pengabdian masyarakat, serta pengelolaan zakat kampus.

Dalam sambutannya, Setiadi Ihsan menekankan pentingnya memperkenalkan zakat kepada mahasiswa dan membuka peluang karier di bidang tersebut. “Kami telah membuka kantor perwakilan di Lampung sebagai wadah mahasiswa untuk belajar dan berkontribusi,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., Rektor UIN RIL, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bakrie Amanah dan Bapak Aburizal Bakrie atas diresmikannya Masjid Raya Al-Bakrie di Lampung. “Peluang akan bermakna bila kita mampu mengisinya dengan amanah,” pesannya.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 150 peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, dan pimpinan UIN RIL. Dukungan juga datang dari Jungle Sea, unit usaha Bakrie di Lampung, yang memberikan voucher gratis bagi penanya terbaik dan potongan harga bagi seluruh peserta.

Melalui kegiatan ini, Bakrie Amanah berharap mahasiswa dapat mengenal lebih dekat profesi amil zakat, menemukan peluang magang, dan menjadikannya sebagai karier yang bermakna serta berdampak sosial tinggi.
  
Artikel ini telah tayang di 
Sindo Jakarta.Com

Sunday, November 2, 2025

November 02, 2025

Cara Mudah Membedakan Uang Asli dan Palsu, Begini Panduan dari Bank Indonesia


Jakarta, DKI Jakarta - Minggu, 2 November 2025 – Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap peredaran uang palsu yang masih kerap ditemukan di sejumlah daerah. Meski teknologi pengamanan uang rupiah terus ditingkatkan, praktik pemalsuan masih terjadi dengan berbagai modus.

Bank Indonesia (BI) mengingatkan masyarakat agar selalu melakukan pemeriksaan uang dengan metode 3D: Dilihat, Diraba, dan Diterawang setiap kali menerima uang tunai.

1. Dilihat

Perhatikan warna dan gambar pada uang. Uang asli memiliki warna tajam dan tidak mudah pudar. Citra pahlawan serta angka nominal tampak jelas dan tidak buram.

2. Diraba

Uang asli terasa agak kasar di beberapa bagian, terutama pada gambar utama, tulisan “Negara Kesatuan Republik Indonesia”, serta angka nominal. Tekstur ini merupakan hasil teknik cetak khusus yang sulit ditiru pada uang palsu.

3. Diterawang

Saat diterawang ke arah cahaya, terlihat tanda air berupa gambar pahlawan dan benang pengaman yang tertanam di dalam kertas. Tanda air pada uang asli tampak jelas dan tidak berubah warna.

Selain itu, masyarakat juga bisa menggunakan alat deteksi sinar ultraviolet (UV). Pada uang asli, akan muncul serat berwarna merah, biru, dan hijau yang menyala di bawah sinar UV.

Bank Indonesia juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat menerima uang dalam jumlah besar, terutama dari transaksi tunai di luar lembaga resmi.

“Pengenalan ciri keaslian uang rupiah sangat penting agar masyarakat tidak menjadi korban peredaran uang palsu,” tulis keterangan resmi BI.

Dengan memahami cara sederhana membedakan uang asli dan palsu, masyarakat dapat membantu mencegah peredaran uang palsu sekaligus menjaga kepercayaan terhadap rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

November 02, 2025

5 Tips Efektif Mengelola Waktu agar Tetap Produktif di Era Serba Sibuk



Jakarta, DKI Jakarta - Minggu, 2 November 2025 – Di tengah kesibukan dan tumpukan aktivitas harian, kemampuan mengelola waktu menjadi kunci utama untuk menjaga produktivitas. Banyak orang merasa 24 jam terasa kurang, padahal dengan strategi yang tepat, semua pekerjaan bisa terselesaikan dengan lebih efisien.

Berikut lima tips efektif yang bisa diterapkan agar waktu digunakan secara maksimal:

1. Susun Prioritas Setiap Hari
Mulailah pagi dengan membuat daftar tugas. Fokus pada pekerjaan yang paling penting dan mendesak. Cara ini membantu menghindari stres akibat pekerjaan menumpuk.

2. Gunakan Aplikasi Pengatur Jadwal
Manfaatkan aplikasi seperti Google Calendar, Notion, atau Trello untuk mengatur jadwal kerja, mengingatkan deadline, dan melacak progres harian.

3. Hindari Multitasking yang Berlebihan
Banyak orang mengira multitasking bisa mempercepat pekerjaan, padahal justru sebaliknya. Fokus pada satu hal hingga tuntas untuk hasil yang lebih baik.

4. Tetapkan Batas Waktu (Deadline) yang Realistis
Disiplin terhadap waktu membuat pekerjaan lebih terarah. Pastikan setiap tugas memiliki tenggat waktu yang masuk akal agar tidak terburu-buru.

5. Luangkan Waktu untuk Istirahat
Jangan abaikan istirahat. Rehat singkat setiap 60–90 menit dapat membantu menjaga fokus dan energi agar tetap optimal sepanjang hari.

Dengan menerapkan tips-tips ini secara konsisten, produktivitas kerja bisa meningkat tanpa mengorbankan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

November 02, 2025

BMKG: Musim Hujan 2025-2026 Diperkirakan Berlangsung hingga Februari 2026


Jakarta, DKI Jakarta - Minggu, 2 November 2025 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan 2025/2026 telah memasuki fase puncak sejak awal November 2025. Berdasarkan laporan terbaru BMKG, periode curah hujan tinggi diperkirakan akan berlangsung cukup panjang hingga Februari 2026.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG menjelaskan bahwa wilayah barat Indonesia, termasuk Jakarta, Banten, dan sebagian Jawa Barat, mulai mengalami peningkatan intensitas hujan sejak akhir Oktober. “Puncak musim hujan tahun ini diperkirakan terjadi antara November hingga Februari, dengan potensi curah hujan di atas normal,” ujar BMKG dalam keterangannya di situs resmi bmkg.go.id.

Sementara itu, wilayah Indonesia bagian tengah dan timur seperti Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku diprediksi akan memasuki puncak hujan pada Desember hingga awal Maret 2026.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, angin kencang, dan banjir yang mungkin terjadi selama periode puncak hujan. “Kami mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi,” tulis BMKG dalam pernyataan resminya.

Untuk wilayah Jabodetabek, prakiraan cuaca menunjukkan adanya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir pada awal hingga pertengahan November 2025.

Ringkasan Musim Hujan 2025/2026 Menurut BMKG

• Awal musim hujan: Akhir Oktober 2025

• Puncak musim hujan: November 2025 – Februari 2026

• Wilayah terdampak paling awal: Bagian barat Indonesia (Jakarta, Banten, Jawa Barat)

• Potensi cuaca ekstrem: Hujan lebat, banjir, dan angin kencang

Masyarakat diimbau untuk rutin memantau informasi cuaca harian melalui aplikasi Info BMKG atau situs resmi www.bmkg.go.id, terutama bagi yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor.